Monday, September 13, 2010

Vaseline: Pelembut Kulit Kini Berusia 140 Tahun - dan Bisa Dimakan?

Sejak pemasarannya yang pertama di 1870, Vaseline kini telah berusia 140 tahun. Dari sekedar pelembut kulit, hingga dipercaya sebagian orang untuk obat dalam, tentu saja dengan cara dimakan. Selama itu, Vaseline telah banyak berubah dari sejak 'dipungut' dari lokasi pengeboran sumur minyak sampai produk perawatan kulit yang paling dikenal di jaman modern.

Sejarah

Robert Chesebrough
Vaseline adalah produk yang lahir di Inggris, besar di Brooklyn oleh ahli kimia Robert Chesebrough. Di tahun 1859, di usia muda 22 tahun, Chesebrough memutuskan untuk berpaling dari bisnis barang-barang kering dan mencari keberuntungannya di industri minyak yang saat itu terbilang baru. Chesebrough muda pindah ke Titusville, Pennsylvania, untuk melihat-lihat sumur minyak yang menghasilkan. Disana, dia menemukan sesuatu yang agak berbeda: saat itu, para pria yang bekerja dengan alat pengebor terganggu oleh yang mereka sebut "rod wax" sejenis jeli yang pekat yang bisa masuk ke mesin dan menyebabkannya terganggu. Tapi lilin itu ternyata tidaklah seburuk itu: Chesebrough, benar-benar pria yang jeli, memerhatikan bahwa para pekerja sering dilumuri substansi tersebut pada kulit mereka yang terbakar matahari dan kasar, terbantu dalam proses penyembuhannya. Penasaran, dia membawa pulang sedikit zat itu ke rumah.

Chesebrough menghabiskan 10 tahun setelahnya mencobakan zat itu pada dirinya sendiri. Dengan latarbelakangnya yang seorang ahli kimia, Chesebrough berhasil mengubah bahan pembuat lilin batangan itu menjadi jeli minyak tanah yang jernih yang kita kenal sekarang untuk pelumas. Dia mencobakan juga zat itu pada luka, menjadikan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan, untuk meneliti proses penyembuhannya.

Di tahun 1870, dia mulai memasarkan Vaseline miliknya itu (berasal dari kata Jerman untuk air, vasser, dan kata Yunani untuk minyak zaitun, 'e'laion atau πετρέλαιο). Dia mematenkan produk itu di AS pada tahun 1872 dan menggarai berdirinya Chesebrough Manufacturing Company, berlokasi di Brooklyn, di tahun 1875. Menurut cerita, awalnya dia tidak bisa menemukan ahli-ahli farmasi yang bersedia untuk bekerja di perusahannya. Maka dia menjelajah ke pedesaan, dengan gaya sales penjual minyak ular, berceramah tentang keajaiban Vaseline.

Usahanya itu berhasil, mungkin karena Vaseline tampak seperti sulap: orang menggunakan pada berbagai hal untuk mengobati kulit pecah-pecah dan melindungi bokong bayi dari ruam popok sampai untuk melindungi telur-telur. Perenang mengoleskannya pada diri mereka untuk menjaga kehangatan tubuh; Komandan Amerika Robert Peary membawa Vaseline dalam petualangnnya di Arktik karena benda itu adalah salah satu dari benda-benda yang tidak akan membeku.

Akhir 1880an, Vaseline laku terjual dalam skala nasional dengan hitungan satu kendi per menit. Chesebrough melebarkan bisnisnya pertama ke Kanada, terus ke Inggris dan koloni-koloninya; pada tahun 1911, Chesebrough Manufacturing Company sudah memiliki pabrik-pabrik di Eropa dan Afrika.

Sementara itu, keyakinan Chesebrough pada produknya tak pernah menuai komplain: menurut laporan anumerta, dia menelan tiga sendok penuh Vaseline setiap hari, walaupun untuk penyakit apa masih ia melakukannya masih misteri. Pernah ketika dia menderita radang selaput dada pada 1950an, dia menyuruh perawatnya menggosok dirinya dengan Vaseline setiap hari, dan dia, tentu saja, sembuh. Dia meninggal pada usia 96.

Pada tahun 1955, Chesebrough Manufacturing Company bergabung bersama Pond's, pembuat krim dingin yang populer, sehingga menjadi Chesebrough-Pond's; 32 tahun kemudian, pada 1987, perusahaan itu terjual pada perusahaan perawatan pribadi raksasa Unilever.

Kegunaan Lain Vaseline

Bagian dari 'keajaiban' Vaseline adalah pada banyaknya kegunaannya. Selain untuk melembutkan kulit, berikut beberapa kegunaan lain dari Vaseline, yang mungkin kurang banyak diketahui orang:

Digunakan untuk melumasi wajah petinju agar tak mudah benjol saat dipukul lawan
  • Beberapa orang bilang mengoleskan Vaseline di bulu mata bisa membuatnya lebih tebal dan mengkilap lebih lama; bicara soal bulu mata, maskara modern pertama merupakan campuran batu bara dan Vaseline pada tahun 1913 oleh seorang ahli kimia bernama Thomas Williams, untuk adiknya Mabel (yang merupakan cikal bakal Maybelline).
  • Mengoleskan pada jengger ayam ternak bisa mencegahnya sakit pada musim dingin.
  • Seseorang bisa menggunakan Vaseline untuk melumasi wajahnya sebelum bertarung, agar membuat wajahnya licin saat dipukul lawan (perhatikan pertandingan tinju). Di tahun 2009, dunia Ultimate Fighting Championship terkejut oleh pengakuan seorang petarung yang memenangkan pertandingan setelah melumasi dirinya di tengah-tengah ronde secara ilegal.
  • Menggosokkan Vaseline pada labu Halloween bisa membuatnya tak cepat busuk.
  • Melumurinya pada lensa kamera menciptakan efek dingin, soft-focus, yang mengingatkan pada film porno tahun '70an.
  • Yang sekarang ilegal, Vaseline digunakan jadi salah satu yang bisa digunakan seorang pitcher untuk melakukan spitball (melempar bola dimana bolanya diberi ludah, jelly minyak tanah dan bahan-bahan lain).
  • Stephon Marbuty, mantan pemain New York Knick yang mungkin dan juga mungkin tidak kehilangan akal sehatnya, menggunakan YouTube untuk menggembor-gemborkan soal manfaat Vaseline untuk mengobati sakit tenggorokan. Ya, dia memakannya.
Karya Seni

Beberapa tahun belakangan, Matthew Barney, diberitakan The New York Times sebagai salah satu seniman penting Amerika dari generasinya, membawa Vaseline pada derajat yang lebih tinggi. Barney, pria dibalik video serial seni Cremaster dan Bjork, beberapa kali menggunakan Vaseline sebagai medium, sebuah medium yang membingungkan dan seringkali bisa berubah-ubah.









Lihat karya-karyanya yang lain disini.

No comments:

Post a Comment